Minggu, 27 September 2009

COMING BACK TO THE START

Oi! Udah sangat amat lama aku ga ngepost. Bukan karena sombong atau ga mau berbagi cerita dan kisah hidup *cieee, sok ngartis* tapi emang lg ga mau berbagai cerita aja *lah?*. Bukan deng, cm dalam waktu yg singkat semua tugas paper, ditambah laporan KKN plus skripsi yang menghadang di depan mata bikin anti-komputer dan laptop diperpanjang.

Huff, terus terang terus terang terus *malah jadi kayak iklan lampu* aku agak depresi *baca: sangat amat depresi*. Mendadak umur nambah setaun masalah nambah segunung. Buset! Kadang sampe pengen teriak kenapa ini bisa terjadi padakuuuuuu????? Why?? *biar kliatan nginggris*. Pertama kasus skripsi, kedua kasus beasiswa, ketiga dua masalah sebeumnya udah bikin masalah keempat, kelima, keenam, bahkan sampe kesepuluh.

Eniwei, ditengah masalah yang lg berkecamuk ini lebaran seenggaknya menyumbangkan kesegaran jasmani dan rohani yang emang bikin hati kembali suci *yah, lumayanlah walaupun cuma 24 jam*. Aku sadar ada banyak hal yang ke-skip dan tak terjamah memori. Banyak yang terjadi dan ga sadar kalo waktu udah berjalan semaunya kayak gini.

So, from this day I wanna back from the start and lets jammin’ with new influence for a great future! Dan di sini lah babak baru dimulai. I’ve already to make the new story and face new level in this shit games that called life! Yeah!

Selasa, 16 Juni 2009

IMPLIKASI KEBEBASAN PERS DI TENGAH MASYARAKAT INDONESIA

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semenjak memasuki era reformasi, ada begitu banyak hal atau permasalahan yang muncul menyertai awal era ini. Setelah selama 32 tahun Indonesia mengalami kekuasaan orde baru yang dinilai otoriter dan membatasi kebebasan masyarakat dalam berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Pada masa orde baru hubungan yang tercipta antara pemerintah dan masyarakat dirasakan tidak terjadi hubungan yang timbal balik. Jalan penghubung antara pemerintah dan masyarakat sangat terbatas. Sehingga yang tercipta justru hubungan satu arah, yaitu pemerintah memiliki kebijakan-kebijakannya sendiri dan masyarakat hanya menyesuaikan dan mematuhi segala kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pada masa itu.
Dalam hubungan antara masyarakat dan pemerintah dibutuhkan jalan atau jembatan yang dapat mempertemukan mereka. Jembatan atau jalan ini lah yang disebut sebagai media massa. Media massa dikatakan sebagai penghubung karena merupakan sarana atau alat berkomunikasi yang dinilai memiliki sikap yang netral dan dapat memberikan solusi dan tempat di mana masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan terbaru yang terjadi di dalam pemerintahan. Namun apa yang terjadi kemudian. Kedudukan dan peran media massa di sini pun tidak dapat berjalan dengan maksimal. Meskipun pada saat itu media massa dinyatakan sebagai sarana berkomunikasi tetap saja yang terjadi di lapangan adalah media massa tetap diduduki dan dikuasai oleh pemerintah. Sehingga berita dan isu yang dimunculkan akan terasa lebih pro atau mendukung pemerintah dibanding untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada masyarakat luas.
Diketahui bahwa Indonesia memakai teori sistem pers pembangunan yang kemudian lebih dikenal sebagai sistem pers Pancasila. Sidang Pleno XXV Dewan Pers (Desember 1984) merumuskan Pers Pancasila sebagai berikut: "Pers Indonesia adalah Pers Pancasila dalam arti pers yang orientasi, sikap dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945." Hakekat Pers Pancasila adalah pers yang sehat, yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif.
Namun apa yang dinyatakan tersebut pada masa orde baru dinilai bahwa pers tetap tidak dapat bergerak bebas dan berada di bawah tekanan yang dilakukan oleh pemerintah pada waktu itu sehingga membuat pers sangat terbatas dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Dapat dikatakan bahwa pers dapat bertindak dan bebas menyebarkan informasi namun selama itu tidak menyangkut permasalahan politik dan pemerintahan. Begitu sulitnya gerak pers pada masa orde baru tersebut kemudian terobati dengan keruntuhan rezim tersebut. Dimulainya era reformasi dianggap memberikan nafas baru bagi kehidupan pers. Seperti lepas dari belenggu yang berkepanjangan, pers menjadi lega dan dapat bergerak bebas. Namun bebasnya pers dari belenggu tersebut ternyata memberikan dampak yang beraneka ragam pada pers, pemerintah dan masyarakat sendiri. Pengertian atau pemahaman tentang kebebasan pers disalah artikan. Pers saat ini jadi berani bersikap dan berperilaku tanpa menunjukan atau menggunakan etika-etika jurnalisme yang ada. Kembali lagi yang terkena imbasnya adalah masyarakat, karena masyarakat sudah telanjur memberikan kepercayaan kepada pers sebagai jembatan mereka untuk berkomunikasi dan penghubung antara pemerintah dan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat. Pengaruh yang ditimbulkan tentu saja dapat membahayakan keharmonian bangsa. Oleh karenanya patut dibahas di sini mengenai kebebasan pers atau pers yang bebas? Dan bagaimana masyarakat menganggap atau melihat pers pada masa sekarang ini, akankah mereka serta merta mempercayakan pers sebagai satu-satunya media atau sarana bagi mereka untuk berkomunikasi.

B. Tujuan
Masyarakat telah telanjur percaya pada media massa dalam hal ini yaitu pers sebagai tempat mereka mendapatkan informasi seputar kehidupan bermasyarakat dan masyarakat telah menganggap pers sebagai sarana atau jembatan penghubung antara mereka dan pemerintah dan antar masyarakat sendiri. Media massa dan pers adalah sarana berkomunikasi yang paling ideal dan paling mudah diakses oleh masyarakat. Ketika kepercayaan masyarakat terhadap media massa dan pers begitu besar, sedangkan yang terjadi adalah pers sudah tidak lagi bersikap netral, selain itu kebanyakan dari pers dan media massa pada masa sekarang ini cenderung memberikan atau mengangkat berita yang kurang bersifat edukatif dan hanya sekedar memberikan hiburan saja. Oleh karena itu dikhawatirkan masyarakat mulai kehilangan sikap kepercayaan kepada pemerintah dan yang dikhawatirkan lagi jika ini terus menerus berlangsung, Indonesia akan mengalami kekacauan karena sudah hilangnya rasa saling percaya didalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Untuk itu maka perlu dikaji lebih dalam lagi mengenai kebebasan pers atau media massa yang sebenarnya merupakan kekuatan baru dalam pemerintahan yang dapat menciptakan hubungan yang harmoni anatara pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini demokrasi yang diharapkan oleh media massa terjadi malah justru kebablasan dan dianggap telah melanggar norma-norma dan ditakutkan akan malah menambah kekacauan dan cerminan buruk masyarakat terhadap pemerintah dan terhadap masyarakat sendiri. Demokrasi masih sangat jauh dari apa yang dicita-citakan, karena Indonesia belum dapat memahami arti dari demokrasi itu sendiri.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Isi dan Pembahasan
Kerja pers diatur oleh sistem sosial politik dimana sebuah bangsa hendak mengawasi sikap dan perilaku sampai pikiran dari tiap orang dan berbagai kelembagaan sosial yang ada. Sehingga pers di sini merupakan bentuk dari komunikasi massa, pers juga dapat dikatakan sebagai jembatan penghubung dan sebagai sistem kontrol sosial antar individu dan antar lembaga. Dengan kata lain, secara sederhana pers dapat dikatakan sebagai alat komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan masyarakat dengan masyarakat.
Dalam sebuah negara, pers memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
1. Informasi
• Fungsi pers di sini hanyalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang suatu topik tertentu tanpa ada pemaknaan atau pengetahuan yang secara langsung di dapatkan oleh masyarakat ketika mendengar, melihat atau membaca topik tersebut. Misalnya topik tentang perceraian artis atau pemberitaan artis yang sedang merayakan ulang tahun. Hal tersebut hanya sekedar memberikan informasi mengenai artis tersebut tetapi tidak bermakna bagi masyarakat.
2. Edukasi
• Selain memberikan informasi fungsi pers di sini juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat lebih memahami suatu hal dan dapat lebih memiliki makna. Namun, agak sulit sebenarnya membedakan suatu berita apakah itu memiliki fungsi edukasi ataukah informasi. Oleh karena itu masyarakat harus lebih jeli memandang suatu berita. Perbedaan yang mendasar dari kedua fungsi itu adalah jika berita tersebut memiliki fungsi edukasi, maka di dalamnya terdapat pemaknaan dan pemahaman bagi para pembacanya.
3. Hiburan
• Fungsi pers lainnya adalah sebagai hiburan. Hiburan di sini adalah ketika para pembaca membaca suatu berita dan mereka merasa terhibur dengan pemberitaan tersebut. Tidak ada efek lainnya bagi masyarakat. Dan tidak menimbulkan pendapat pro dan kontra. Masyarakat hanya membaca dan menikmati apa yang tertulis di dalamnya.
4. Lembaga sosial
• Pers sebagai lembaga sosial, dikatakan seperti itu karena pada dasarnya pers tidak dapat dilepaskan dari peran serta masyarakat. Dapat dikatakan bahwa pers merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri. Bagaimana kualitas pers itu sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Namun, tidak dipungkiri pers mengalami dilema tersendiri. Apakah akan terus memegang prinsip dan etika jurnalisnya ataukah harus mengikuti permintaan pasar yaitu masyarakat. Karena masyarakat yang sebenarnya memilih pers. Bukan pers yang memilih masyarakat. Sehingga terkadang pers yang ada justru menjauhi etika jurnalis dan sangat berhati-hati dalam memilih topik atau berita yang akan diangkat ke tengah masyarakat. Pemahaman mengenai pers sebenarnya juga dilihat menurut perspektif masing-masing individu. Sehingga setiap masyarakat memiliki pandangan yang berbeda tentang pers itu sendiri.

Dari beberapa fungsi pers tersebut kemudian dapat dipahami bahwa pers memiliki peran dan tugasnya di dalam masyarakat. Namun permasalahannya yang terjadi adalah ketika pers kehilangan kendalinya dan tidak lagi memperhatikan etika-etika yang ada. Kebebasan pers yang dinginkan demi kepentingan masyarakat dan pemerintah harus dilaksanakan dengan beberapa hal:
1. Penuh tanggung jawab terhadap stabilitas nasional, keamanan dan ketertiban umum.
2. Landasan sikap yang dewasa dan dalam suasana yang harmoni terhadap lingkungan, sehingga dapat merangsang tumbuhnya kreativitas masyarakat dan tidak menimbulkan ketegangan-ketegangan.

Untuk menciptakan atau menjalankan peran pers seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa pers membutuhkan kebebasan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Seperti dalam mencari informasi, narasumber dan kebebasan dalam menentukan bentuk pemberitaannya sendiri. Pers dapat memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat selama itu bersifat positif. Namun yang terjadi di Indonesia, kebebasan pers mengalami kesalahpahaman akan arti bebas itu sendiri. Adanya penyimpangan-penyimpnagan yang terjadi yang justru memojokkan salah satu pihak dan memberikan pemikiran atau pandangan negatif sehingga pers pada saat ini telah melewati batas dan tidak dapat dikatakan lagi sebagai jembatan yang baik. Karena berita atau isu yang kemudian dimunculkan oleh pers seakan-akan tidak bersifat netral dan tidak memberikan nilai-nilai positif bagi masyarakat secara luas.
Selain permasalahan pers (media cetak), media elektronik misalnya saja televisi saat ini juga sudah tidak dapat terkontrol lagi. Setiap tayangan yang ada dinilai tidak mencerminkan atau memberikan informasi yang bersifat mendidik. Seperti tayangan sinetron dan berita kriminal. Penempatan waktu atau jam tayang tidak disesuaikan dengan jam belajar anak-anak. Seperti berita kriminal yang ditayangkan pada pukul 11.00, padahal waktu tersebut adalah waktu di mana anak-anak pulang dari sekolah. Sedangkan para orang tua masih sibuk bekerja. Sehingga anak-anak terbiasa menonton televisi dengan tayangan kriminal setiap hari, itu mengakibatkan anak-anak menjadi nakal dan bertindak meniru adegan yang ada di televisi yang mereka tonton. Sama halnya dengan tayangan sinetron di sore sampai malam hari. Sinetron yang ditayangkan di televisi terlalu banyak dan tidak ada unsur pendidikannya. Hanya memberikan hiburan bagi para penontonnya. Selain itu menjamurnya tayangan gosip juga memberikan pengaruh buruk dan menimbulkan pikiran-pikiran negatif kepada salah satu pihak.

B. Analisis
Terbukti bahwa kebebasan yang didapatkan oleh media massa dan pers telah melewati batas. Seolah-olah tidak ada yang membatasi ruang gerak pers lagi. Bahkan di dalam kasus media cetak, mulai muncul surat-surat kabar yang menampilkan berita dengan judul artikel menggunakan bahasa yang nyeleneh dan memuat gambar wanita yang berpakaian minim. Selain itu ada beberapa permasalahan yang ditimbulkan dengan kebebasan yang didapatkan oleh media massa pada era reformasi ini. Misalnya saja pada kasus yang terjadi belum lama ini, yaitu ketika ada anak yang memukuli teman sekolahnya karena ia menonton tayangan smack down di tv. Dan ada kasus lainnya yaitu ketika ada berita STPDN muncul kepermukaan tidak berselang lama ada kejadian yang sama yang di alami di tempat lain IPDN. Begitu juga dengan munculnya berita mengenai mutilasi yang dilakukan oleh Ryan beberapa waktu lalu, mengakibatkan mulai muncul banyaknya kejadian mutilasi-mutilasi lainnya. Tidak hanya itu saja, dari tayangan sinetron juga mempengaruhi gaya hidup dan cara berpakaian masyarakat. Karena mereka menganggap bahwa apa yang dikenakan oleh artis dalam sinetron seperti seragam sekolah yang sangat ketat dan dengan memakai rok yang pendek, menimbulkan pencitraan terhadap ”gaul”. Permasalahan terbaru mengenai pers adalah ketika Aburizal Bakrie melaporkan koran Tempo ke pengadilan karena dugaan pecemaran nama baik dan memberikan pemberitaan tanpa seijin Aburizal Bakrie.
Dari hal tersebut dapat terlihat bahwa apa yang terdapat dan diangkat di media massa dapat menjadi contoh bagi masyarakat, atau justru media massa memunculkan isu tersebut karena memang mencerminkan masyarakat Indonesia yang sebenarnya. Tetapi melihat pengaruh yang diberikan dari media massa kepada masyarakat. Maka seharusnya kontrol sudah harus diberlakukan terhadap pemberitaan, isu maupun program-program tayangan yang ada. Karena media massa tersebut secara tidak langsung menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berpikir, berdialog dan berpendapat mengenai isu-isu tersebut.
Apa yang kemudian terlihat adalah semua yang dilakukan oleh media massa hanyalah mencari keuntungan semata tanpa memperhatikan pendapat dan akibat yang terjadi di masyarakat. Sebenarnya menanggapi permasalahan ini, pemerintah juga tidak hanya diam saja. Meskipun sangat terasa perbedaan antara kontrol yang dilakukan pemerintah pada masa orde baru dengan kontrol yang dilakukan pemerintah pada masa reformasi. Media massa seperti keluar dari belenggu yang mengekang dan akibatnya sekarang media massa jadi tidak terkendali. Penyebabnya adalah transisi dari rezim yang otoriter ke rezim yang ingin menegakkan demokrasi. Namun penegakan demokrasi tersebut tidak dapat dipahami dan dimengerti selain itu juga masyarakat Indonesia masih sulit untuk belajar berdemokrasi.

III. PENUTUP
A. Solusi dan kesimpulan
Hadirnya pengawasan terhadap pers sebenarnya juga demi kebaikan dan kelangsungan pers itu sendiri. Karena masyarakat pun telah menganggap pers sebagai jembatan antara mereka dengan pemerintah. Secara garis besar, kontrol atau pengawasan tersebut terdiri dari 2, internal dan eksternal.
1. Internal.
- Aktor yang ada di dalamnya adalah elemen-elemen dalam pers itu sendiri, yang berhadapan langsung dengan sistem politik, sosial, agama, budaya, dan lain-lain.
- Adanya self-regulation yaitu aturan sendiri yang diciptakan untuk menilai baik buruk suatu pers.
2. Eksternal.
- Aktor yang bersangkutan adalah pemerintah dan hukum-hukum yang berlaku di dalamnya juga masyarakat luas.
- Masyarakat: lembaga konsumen informasi.
- Pemerintah: dengan hadirnya UU yang memberikan batasan-batasan pada pers, prosedur-prosedur yang harus dilakukan oleh pers dan tidak boleh dilanggar ( surat izin penyiaran ), selain itu juga dalam permasalahan ekonomi yang membuat pers tidak dapat bergerak secara leluasa ( TVRI masuk ke dalam APBN sehingga tidak dapat mengkritik pemerintah ).

Jika self regulation berjalan lancar maka akan lebih bijak untuk para jurnalis atau suatu pers karena lebih baik diselesaikan oleh dewan pers dibandingkan jika sudah masuk ke pengadilan. Pengawasan secara internal dan eksternal tersebut sebearnya memiliki penghubung. Penghubung di antara keduanya disebut Co-Regulation.
Self regulation dibagi menjadi 3:
1. Pure self regulation (dilakukan oleh seluruh organisasi dalam pers ).
2. Self control – self organization (dalam suatu organisasi pers tertentu terdapat aturan yang terdapat di dalam organisasi tersebut, seperti buku saku mengenai hal-hal yang harus dilakukan atau etika-etika yang harus dipatuhi wartawan di RCTI).
3. Co regulation – regulated – self regulation (merupakan perpanjangan tangan dari negara).

Keberhasilan demokrasi pada era reformasi ini dalam kaitannya dengan kebebasan pers dan kebebasan masyarakat dalam berpendapat, berdiskusi serta berdialog tetap tidak lepas dari peran serta ketiga komponen atau aktor yaitu pemerintah, masyarakat dan pers.
Pers harus dapat menjaga kedudukannya dan tetap mengikuti etika-etika yang telah tertulis dan disepakati bersama. Ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan oleh pers, antara lain:
1. Tetap menjaga sikap netral terhadap setiap kasus dan isu yang dimunculkan.
2. Dapat menjadi penghubung dan dapat membantu dalam mencari penyelesaian dalam suatu kasus.
3. Menjaga dan menghormati hak-hak asasi manusia, sehingga tidak terjadi permasalahan pengrusakan nama baik seseorang.
4. Peka terhadap cara penyajian berita, dalam hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga agar tidak terjadi pemeritaan yang menyinggung permasalahan SARA.
5. Meskipun kontrol sosial perlu dalam membawakan aspirasi-aspirasi masyarakat namun, pelaksanaanya harus tetap memperhatikan terpeliharanya stabilitas nasional dan ketertiban umum.

Andil dari pemerintah pun juga patut dilakukan untuk menjaga norma dan ketertiban yang ada:
1. Pemerintah dapat mengerti dan memahami pers sebagai alat komunikasi timbal balik dan membuat pers tetap tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat.
2. Pemerintah bersifat terbuka dan memberikan respon yang positif dalam menanggapi saran-saran atau kritik-kritik pers.
3. Pemerintah tetap memberikan arahan pada pers agar menciptakan pertumbuhan dan perkembangan pers yang sehat (bebas dan bertanggung jawab).
4. Pemerintah tetap menyediakan fasilitas-fasilitas kepada pers agar pers dapat terus tumbuh dan berkembang.

Selain itu juga dibutuhkan peran masyarakat untuk menciptakan pers yang sehat yaitu dengan:
1. Memanfaatkan pers sebagai sarana atau alat pemberi informasi yang bersifat mendidik penampung aspirasi masyarakat.
2. Masyarakat harus kritis menghadapi isu dan pemberitaan yang muncul.
3. Pers dapat memberitakan mengenai hal-hal secara menyeluruh, sehingga tidak hanya dari kalangan tertentu yang dapat memahaminya.


SUMBER BACAAN

1. Oetama, Jacoeb, Perspektif Pers Indonesia, LP3ES, Jakarta. 1987.
2. Soekarno, Garis Besar Perkembangan Pers Indonesia, Departemen Penerangan RI. 1986.
3. Santana, Septiawan, Jurnalisme Kontemporer, Buku Obor, Jakarta. 2005.
4. Mas’oed, Mohtar, Negara Kapital dan Demokrasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. 2003.
5. Wirodono, Sunardian, Matikan TV-Mu!, Resist Book, Yogyakarta. 2006.

Minggu, 07 Juni 2009

race: car vs motorcycle (berhadiah barbie)

Senin, 1 Juni 2009

Hohoho.. beberapa hari belakangan ini mendadak mood buat nulis jadi menurun. Gak tau karena cuaca yang ga mendukung atau emang dasarnya lagi males. Tapi sumpah kurangnya kerjaan dan kelebihan waktu tidur tu bikin cepet bosen dan ga fokus ngelakuin apa”. Akhirnya satu”nya hiburan kalo lagi begini ya cuma baca komik sambil makan cemilan *yang bikin perutku tambah 1 lapisan dan berat badanku tambah 2 garis, sial!*.

Eniwei, weekend kemaren ini aku *akhirnya* ke salon. Okey well, awal dari ide gila ini adalah pas aku baru bangun tidur. Cahaya udah mulai meninggi *iyee, udah jam 8 juga soalnya* diiringi omelan mama kayak biasanya. Sempet bete juga gara” ngelewatin spongebob sama dora the explorer. Oke back the topic. Gitu bangun dan mulai beranjak dari kasur, aku ke kamar mandi dan kaget liat mukaku penuh jerawat kayak gitu. Padahal aku sadar sesadar-sadarnya kalo jerawat di mukaku tu udah dari jaman dahulu kala tapi berhubung tidur itu lebih menggiurkan daripada bersihin muka. Makanya jerawat” itu jadi dapet angin buat membangun koloni-nya lebih banyak lagi di mukaku.

Gitu sampe salon, tiba” liat mbak” di depan langsung nanyain.

FO salon: Selamat pagi mbak.. Mau perawatan? Creambath? Facial? Atau menicure pedicure?
Aku: Mau facial aja mbak.
FO salon: Ga creambath sekalian aja. Nanti berminyak lho kalo abis di facial tu. Lagi gerah juga kan udaranya, enak kalo sekalian di creambath.
Aku: *gampang tergoda* Ya deh creambath sekalian jgua boleh. *sambl ngelirik harga di daftar menu dan mulai mensinkronisasikan sama duit yang ada di dompet*

Selesai semua tetek bengek bab persalonan ini aku langsung balik ke rumah karena sebenernya hari Sabtu itu aku kerja tapi berhubung waktu aku sms ke kantor belum ada kerjaan yang butuhin tenaga nuklir, akhirnya aku mutusin buat ke salon dulu baru siangnya ke kantor. Eniwei, setelah diitung” hari itu facial + creambath = 3 jam!!!! Ga bayangin orang” kok bisa betah di salon berlama”. Itu aja aku udah hampir 4x tidur bangun tidur bangun. Tapi setelah liat mukaku alus tanpa jerawat 3 jam itu udah ga ada artinya lagi deh. Akhirnya bisa ngerasain idup kayak barbie.

Lagi seneng”nya ngerasain jadi barbie selama beberapa menit, tiba” pas mau nutup pager rumah. Jegeeeerrrr!! Dalem hati aku bilang, “Wah, ada tabrakan ni kayaknya.” Sambil iseng” ngintip. Tapi ga taunya.

Kronologi kejadian.

Aku: *muka shock*
Cowok naik motor: *malangin motornya di tengah jalan persis di depan rumah*
Mobil avanza tiba” berenti disusul sama mobil” dan motor, sepeda plus pejalan kaki juga orang warung depan rumah.
Cowok naik motor: *treak-treak ke arah orang yang ada di dalem mobil* WOooooyyy!! Keluuuuuuaaaaaaarrrrr…. KEluaaaaarrrrr kamuuuuu..
Aku: *kaget setengah idup sambil mundur pelan” tapi pasti dengan muka tetep nyelidik*
Cewek di dalem mobil: *nyamperin orang yang naik motor* Udah donk.. Malu diliatin orang. *dengan gaya bak cheerleaders yang lebih kedenger kayak Tonjok aja diaaa.. tonjok ajaaaa..*
Cowok yang ada di dalem mobil: *muka panik abis ke gap bawa kabur cewek orang* Bentar jangan di tengah jalan. Kasian pengendara yg lain. *masih berusaha berdiplomasi*

Ya ampun ternyata melodrama Barbiequeen itu cuma masalah rebutan cewek. Tolong dicatet ya sodara” REBUTAN CEWEK *yang aku dan monyet tentunya nyebut beliau barbie*. Emang deh jaman sekarang itu susah. Kalo kita punya teri tapi ada kakap yang dateng pasti tergoda juga sama si kakap. Mana sekarang udara semakin panas. ”Ketika motor udah ga bisa lagi ngelindungi kulitku yang halus Bang, maka ku pilih mobil ber-AC.” Aku akuin sih, sekarang yang namanya uang itu emang segala-galanya ngalahin cinta deh. Uppsss! Tapi buat beberapa orang aja. Lagian perabot dan aksesoris itu juga masih punya ortunya aja gayaaaaa..

Baru 10 menit nikmatin idup kayak barbie, tiba” bersyukur sama apa yang udah tuhan kasih ke aku. *Waaaa.. untung mainanku dulu mobil”an sama robot”an bukan barbie.. Huff! No princess no castil, no hopeless to be huahahahahaha..*

NB: kalau ada orang dari perusahaan barbie merasa marah, ga suka, atau merasa nama baiknya tercemar gara” dipake buat istilah, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena emang ga ada maksud buat melakukan pencemaran nama baik. *Huff! Trauma mendalam gara” kasus Bu Prita, yo oloh! Moga” caci maki-ku ini ga sampe ke kuping dewan mahkamah pengadilan yang terhormat*




video

Rabu, 27 Mei 2009

JUST GO!

Anggep lah aku lagi kena serangan melo yang sangat akut. Walopun udah berusaha mati"an nyalahin cuaca yang emang bikin mood berubah" dan bikin daya tahan tubuh teruji tapi tetep aja masalahnya bukan cuma sekedar cuaca yang anehnya minta ampun ini.

Eniwei, tadi pgi aku anter papa ke bandara. Dia balik lagi ke jakarta *satu kota yang paling aku benci*. Rasanya mendadak otakku hang gt sampe bandara trus dadah-dadah sama papa. I must let him go to a thousand time in my life. Tapi ga terus nangis" dan jerit" di bandara juga. Bisa diangkut dan dipaketin ke abudabi jadi budak disana ntar.

02.00

I woke up from my scary nightmare that i ever felt. Huff! Thank's God, to saved me from this spooky situation..

02.30

Blink twice.. Breath..

03.30

Check my phone

04.00

Just a simple method to pull out my blackest tears from my tired eyes..

04.30

Think that everything's gonna be alright. Yes I can fight, even if I spend the whole life alone..

05.00

Dawn.
I see the redline on the dark sky. Feel happy or just pretending that everything's OK.
Stop this weep and going to the start..

05.30

I'll lose some sales and my boss won't be happy//but I can't stop listening to the sound//of two soft voices//blended in perfection//from the reels of this record that I've found

Every day there's a boy in the mirror asking me...//What are you doing here?//Finding all my previous motives//growing increasingly unclear

I've traveled far and I've burned all the bridges//I believed as soon as I hit land//all the other options held before me//would wither in the light of my plan.

So I'll lose some sales and my boss won't be happy//but there's only one thing on my mind//searching boxes underneath the counter//on a chance that on a tape I'd find//a song for someone who needs somewhere to long for.

Homesick.
Because I no longer know where home is

(homesick -king of convenience)


05.45

I heard this song in my ride, twice ehm,third ehm, oke fifth time. Just felt about wrongness and think about weakness. I'll never give up to pass the long road even if I must go alone..

video

Rabu, 13 Mei 2009

THIS WEEK AND THE WEEK AFTER THIS WEEK

Minggu pertama pertengahan April 2009 yang lebih tepatnya adalah tanggal 25.

Pkl 06.30

Hari ini rencananya mau ngurus event kedai karir *kantor tempat aku dipekerjakan* tentang seminar” gt. Btw, ngomongin soal ini, seminar yang mau diadain itu tentang gimana jadi training yang baik. Awalnya aku mikir, “Ooo, diajarin cara bikin celana training tho seminarnya.” Tapi pas aku dapet pembekalan lebih lanjut tentang si training itu ternyata ini bukan seminar yang ngomongin soal celana training tapi training disini latihan *walaupun bisa juga train= kereta, -ing= menyatakan sedang, jadi bisa diartiin kereta sedang atau sedang berkereta*. Back to fucking shit topic. Acaranya itu pagi jam 8, jadi para panitia harus dateng jam 6.30 paling lambat. Berhubung hobi susah tidur kalo lagi capek-ku kambuh, akhirnya aku baru kebangun jam 5.45. Terang aja aku kaget soalnya jam 6.30 aku harus udah sampe kantor. Keburu” banget. Track record: bangun tidur – sadar antara mandi atau ga mandi – make baju yang dipilihin mama – sarapan roti *sambil tidur* – manasin mobil – minum susu – gosok gigi *sambil tidur juga* - 10 menit kemudian aku berangkat.


Pkl 07.30


Setelah sampe kantor yang sebelumnya di mobil sempet nyetel lagunya Linkin Park plus 1 lagu lagi dari Lost Prophet yang bikin lumayan melek, aku berangkat ke venue *catet: ini bukan nama toko pizza dari amerika* di UNY. Berhubung mata masih belum mau diajak kompromi, walopun udah berdoa juga. Aku masih agak kriyep” nyetirnya. Sekilas aku inget kata si Deena, “Iyee, kalo nyetir mah harus super konsen. Kalo ga bis bahaya. Gue kemaren abis nyruduk orang gara” ga konsen waktu mau baca sms sambil nyetir. *buset dah lo den, kalo ada polisi ntar ketangkep gara” nyetir sambil sms-an hahaha..*”. ga selang lama dari itu tiba”, Jegeeeeeeeeeerrrrr!!!! Modyar! Jelas aja aku panik. Kirain mobilnya salto sendiri tanpa disuruh. Ternyata aku nabrak pager tembok orang. Jadi itu pager kampung yang dari tembok itu *nyesel ga sempet di foto*. Mulai sekarang kita sebut itu benteng *yang ngasi nama Ino hohoho..*.

Konfersesyen antara aku *yang imut walaupun masih syok*, Ino *yang tetep cantik walaupun syok juga*, bapak punya rumah *yang baik walaupun masih syok* dan si cucu dari bapak yang punya rumah *yang rese, nyebelin, marai emosi walaupun lagi syok atau ga*.

Aku: Maaf Mbak. *ngomong sama si cucu*
Si cucu: Ya ampun saya kaget lho mbak. Kaget beneran saya. *sambil manyun dan siap ngeluarin jurus serangan air ludah*
Aku: *dalem hati bilang: yeeee.. saya juga au kalo mbak itu kaget* Maaf ya.. *sambil jelasin dan berniat baik mau ganti*
Ino: *terperangah sambil tetep berusaha ngomong baik”sama si cucu*
Si cucu: *mulai ngeluarin jurus air liur-nya*. Apaaaaaaaaaaaaaaa??? Mbak cuma bawa 50 ribu??????? Ini jelas lebih dari itu. Mbak jangan nyoba” mau nipu saya. Saya itu orang susah mbak.
Aku: *mulai mikir: emang tukang sulap suka nipu dan bingung kenapa aku harus bawa duit 1 juta kemana”???? 50 ribu itu udah banyaaaakkk*. Iya mbak, nanti saya kesini lagi deh. Tapi sekarang saya cuma bawa segini.
Bapak: Yaudah, gini aja. Ga usah diganti pake uang. Karena saya juga ga tau abisnya berapa. Mbak dateng lesini aja bawa tukang.
Aku: Yaudah kalo gitu Pak, ini saya tingal KTP saya.
Si cucu: Waaaaaaaahhh.. Ini pasti KTP musiman, lha wong ini aja udah mepet tanggalnya. Bentar lagi ga kepake ini, KTP-nya mati.
Aku: *nahan diri ga misuh sama ngeluarin jurus eek di depan muka si mbak alias cucu rese yang eyangnya baik hati* Yo oloh, mbak. Saya itu asli sini. Saya ga boong*Iyeeee.. tau KTP-nya mau abis*
Ino: *masih terperangah*

Minggu kedua, setelah seminggu kejadian keji penabrakan benteng takeshi itu. Tanggal 2 Mei. Hari Sabtu *yang ga kalah na’as*



Pkl 12.30


Masih standby di kantor sambil sms-in orang buat lowongan kerja.

Ino: Tis, kamu ga ke filsafat po? Pembekalan KKN kan?
Aku: Ahh, males. Cuma diceramahin doank. Ntar aku telat aja datengnya.


Pkl 13.30


Di rumah.

Sms.
Metta: Ti, lo berangkat jam brp? Gw masih nunggu Deena ni.
Aku: Jam 2 mungkin Met. Gw mau makan dulu.


Pkl 14.30


Filsafat.

Aku: Lho Met, Den kok kalian di luar. Udah selesai?
Metta + Deena: Kita ga boleh masuk gara” telat, Trus kita udah minta boarding pass diundur besok. Lo bisa ga besok.
Aku: Siaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllll!!!!!!!!!!! Ogaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!! Najis! Males bgt gw. Ngapain sih orang LPPM kayak taik itu. Maunya apa sih???? *dan bla bla bla*

Eee, ga taunya orang LPP *ihh.. males nerusin najis aku nyebut namanya, selanjutnya kita sebut lembaga taik pengabdian mustahil masyarakat LTPMM*. Orang LTPMM ini ternyata duduk” ga jauh dari situ. Aku lagsung dengan napas masih ngamuk” , mata merah datengin petugasnya.

Aku: Saya mau minta tes besok pak.
Si petugas taik: MAU APA KAMU???
Aku: Tes. T.E.S
Si petugas taik: SAYA GA SUKA SAMA SIKAP KAMU. SAYA GA AKAN NGASIH IJIN KAMU. ENAK AJA.
Aku: saya cuma mau minta hak saya. Saya kan udah bayar.
Si petugas taik: *ga mau kalah* KAMU MAHASISWA KAYAK GITU. SAYA GA HABIS PIKIR ADA MAHASISWA KAYAK dan bla bla.. KAMU IKUT UJIAN TGL 10 BAWA SURAT IJIN!! PAHAAAAAAAAAAAAAAAMMMMM!!!!!!!!!

Akhirnya aku tes tgl 3 Mei jam 08.00 pake surat ijin bikinan sendiri. Yeeeeeeeeeeee :p

NB: hikmah yang diambil. Pertama: belajar bertanggung jawab. Kedua: belajar sabar. Ketiga: belajar buat ga bikin orang susah idup. Hai manusia yang beriman, janganlah engkau menyusahkan idup orang lain. Niscaya idup kalian bakal lebih susah kelak. Amien. :p :p

Minggu, 10 Mei 2009

WRITE, WROTE, WRITTEN, NGEDEN, MENDEM

23 April 2009


Gila! Matahari buka cabang lagi di Jogja apa ya? Panas banget udaranya apalagi beberapa hari belakangan ini. Mbeuh, ga kuat deh. Anehnya abis siangnya panasnya ga masuk akal, malemnya ujan badai. Sungguh luar biasa!! *inget ekspresi muka orang di acara jalan emas (di bahasa inggrisin) hahahaha.. *.

Kalo pas hari biasa aja mungkin ga terlalu dipikir, tapi kalo pas lagi ujian yang ujiannya adalah paper maha dahsyat banyaknya, analisis semua, bahkan ada yang disuruh bikin mini skripsi. Wedyan! Walopun seharusnya aku bersyukur teknologi sekarang udah canggih. Ada kompi, ada laptop. Ga bayangin kalo jaman dulu pada ngetik pake mesin tik. Ckckck.. kalo di suatu kos yang berjumlah 50 orang dan lg pada ujian bikin paper semua dalam waktu yang bersamaan, pasti bakal nimbulin efek suara yang keren bgt! Oke kita tinggalin mesin tik dan balik ke dunia 2009. Susahnya tu dibagian nyari ide sama analisis. Bisa buntu banget.

Eniwei, tugas”ku itu belum seberapa dibanding sama perjuangan ke perpus buat pinjem buku. Dari kampus harus jalan kaki sekita 200 meter. Trus naik ke lantai tangga sebanyak 200 sekian anak tangga yang tajam dan curam. Sampe perpus langsung tepar dalam sekejap dan produksi keringet bertambah.

Setelah paper”ku itu selese dgn indahnya sampe hampir aku ciumin tu laptop sm kompi saking senangnya. Tapi pas aku sampe bagian daftar pustaka, jedeeeerrr.. Hampir semua yang aku tulis itu hasil dari mengarang indah plus data” yang ditambahin secara *terpaksa aku bilang* serabutan dari eyang plus dukun ampuh sang maha agung *pas bikin paper* yang tak lain adalah ”google”. Soalnya gitu aku pinjem buku di perpus yang berjumlah 3 buku dan berjumlah ratusan halaman itu cuma pasrah jadi pajangan di rak buku dan untungnya ga disobek mama buat bungkus bawang.

Huff! Btw, dipikir” semua paperku semester ini kalo digabungin bisa jadi satu buku tu! Wah.. emang deh jangan” dosenku lagi nyari bahan buat bikin disertasi trus mahasiswanya disuruh bikin paper. Sial!

NB: Aku baru tau kalo bikin skripsi tu harus seribet itu. Judulnya harus berkalimat majemuk bertingkat *dua* plus penelitian yang bikin darah tinggi dan minimal terdiri dari 90 halaman. Buset!

Selasa, 28 April 2009

WE ARE A SILLY COUPLE AND UNFORTUNATELY I'M ON THE PART OF IT OR I'LL NEVER GONNA BE A PART OF IT

I dreamed I was missing// You were so scared// But no one would listen// Cause no one else cared// After my dreaming// I woke with this fear// What am I leaving?// When I’m done here

So if you’re asking me// I want you to know//

When my time comes// Forget the wrong that I’ve done// Help me leave behind some// Reason to be missed// And don’t resent me// And when you’re feeling empty// keep me in you memory// Leave out all the rest

Don’t be afraid// I’ve taken my beating// I’ve shared what I made// I’m strong on the surface// Not all the way through// I’ve never been perfect// But neither have you

Forgetting// All the hurt inside// You’ve learned to hide so well// Pretending// Someone else can come and save me from myself// I can’t be who you are

(Linkin Park – Leave Out All The Rest)


Masih pagi bgt ini kalo buat aku. Walopun jam udah nunjukin pukul 6.00. Hohoho.. Padahal semalem aku tidur juga ga cepet” amat. Tapi emang ga kebangun sama sekali. After i woke up, layaknya makhluk post industrial *mumpung lagi bikin karya besar a.k.a paper mid yang ngebahas soal ini* aku langsung nyari keberadaan hp & langsung memperkerjakan gprs-nya buat browsing. Tapi sebelum browsing aku nyetel mp3 dengan maksud biar tambah nge-soul alias biar mataku cepet melek *dan alhamdulillah-nya track pertama bukan cinta terakhir-nya ST 12*.

One year ago.

Like woke up from hell, I found you in my tight heart to feel anything hurt and gambling to get some happiness. I bet myself to open my long road visions of my life and shared with you. I didn’t any obsession to catch you or just look at your back on after sunset, leave me and hanging on. But I try to give you any happiness that I have for you and I let you enter my deepest dream on my nightmare every night.

A few months after.

I fell down from my own world. Break down. I was very scared to make any decision. I had to choosing the biggest deal that I didn’t want it. I wanna be free and leave the damn hurt. But, I was just scared. Hopeless to catch my starlight that gives me smile and can never gone away.

Lately.

I didn’t have more energy to smile. That light has (almost) gone. I just let you go far away from me and my own world. I wouldn’t permit to you to hurt me sicker anymore or I didn’t want to give myself any hurt and wound. Stop makes my heart hard to beating. I think it’s enough from me. So sick..

Last night until sunrise on this morning.

I cry on the deepest heart. On disordered of my life, you’ll come and you’ll go. Don’t be afraid babe, after this you can feel that pretend I never exist on your life before. Sorry I couldn’t be perfect for you. I’m gonna be alright, I promise. I’ll never cry anymore. My bluelest tears would go from my puffy eyes. So you’ll never see my tears down again.

Now, I understand that I’ll never gonna be a part..

After I wrote this simple silly story.

Honestly, I’m confusing. Bingung. Bimbang. I just wanna be happy spend my life with you. Laugh and smile will be our flavor. But we always fight, screamed out loud, crying so hard, would we gonna back to the start? Full of happiness, just laugh and laugh. Do you know what, I’m very happy to hear your sounds of happiness, which make my vision very clear cause you are exist in there. Wait and see my step. I don’t wanna lose you but now I’m scared to be hurt and falling down again. Cause it make me have a reason to leave you..

NB: Nggrantes no way, nyesek is nothing, abis mimpi buruk dan takut ngadepin idup are yes way and yes thing! Sial!